Sejarah Perusahaan CV. CINTEK


Belajar dari negara maju yang mengutamakan pembangkitan energi dari berbagai sumber terutama yang terbarukan untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian, Eddy Permadi dan Cihanjuang Inti Teknik selama bertahuntahun mengembangkan berbagai alternatif teknologi pembangkit listrik skala kecil. Sebagai lulusan Politeknik Mekanik Swiss (POLMAN) tahun 1980 dan pernah mengenyam pendidikan di Jerman yang menjadi wirausaha ingin turut menciptakan wirausaha-wirausaha di pelosok pedesaan dengan memanfaatkan potensi air yang ada dengan mengolah hasil bumi setempat.

Semakin handal, mudah, murah dan serbaguna adalah hasil yang diharapkan dalam membuat produknya. Dukungan dari banyak pihak dan komitmen untuk menjalankan bisnis membangun masyarakat, turut mengurangi hambatan yang dihadapi.

Teknologi untuk memberdayakan

Teknologi dikembangkan untuk membuat hidup kita lebih baik, lebih efisien dan lebih mudah. Tetapi sering ditemukan teknologi yang dikembangkan menjadi lebih mahal dan sulit bagi pemakainya. Cihanjuang Inti Teknik telah lama mengembangkan turbin skala kecil dengan tujuan menjadi semakin terjangkau, menjadi lebih mudah digunakan, produktif, dan banyak manfaatnya. Tentunya tidak mudah mencapai hal itu, tetapi dengan semangat bisnis untuk memberdayakan, banyak kendala berhasil dilewati. Manfaatnya saat ini mulai dirasakan oleh banyak pihak.

Manfaatkan potensi yang terabaikan

Indonesia diberikan anugerah alam yang luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Kuasa tetapi sering potensi tersebut terabaikan bahkan kurang disyukuri. Topografi yang berbukit dan air yang mengalir sepanjang tahun kadang dibiarkan, sementara kondisi masyarakat sekitar dalam kondisi yang memprihatinkan. Cihanjuang Inti Teknik berkeinginan potensi tersebut dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat lewat penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Mendorong Upaya Penyelamatan Lingkungan

Bayangkan jika turbin yang telah dimiliki masyarakat tidak lagi berputar karena berkurangnya pasokan. Dampak langsung adalah terhentinya upaya untuk meningkatkan ekonomi pedesaan. Saling ketergantungan inilah yang akan dibangun sehingga masyarakat tidak memiliki pilihan selain melestarikan sumber air, daerah tangkapan, kawasan riparian dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Mengembangkan Ekonomi Rakyat

Banyak yang bisa diperbuat jika kita memiliki energi seperti menjalankan mesin penggiling, pengiris, pencacah, pendingin, penggerak pompa, pengering, pemipil dan berbagai mesin pasca panen lainnya. Berbagai pembelajaran dari masyarakat telah kami temukan bahwa umumnya daya beli yang rendah membuat mereka tidak mampu memiliki turbin dengan ukuran besar. CIT mengambil posisi untuk mengembangkan turbin ukuran kecil sehingga bisa dibeli oleh individu atau beberapa keluarga. Inilah modal awal untuk membangun kekuatan ekonomi di lapis bawah, yang realistis, multifungsi dan mudah dalam pengelolaan.

Pengembangan Teknologi Bisnis

Negara Vietnam merupakan negara yang berhasil mengembangkan turbin ukuran kecil yang dapat digunakan oleh penduduk dengan keterampilan yang minimal hingga berjumlah ribuan tersebar dipelosok desa. Kekuatannya adalah adanya manufaktur yang peduli terhadap peluang pasar dan peluang pemberdayaan masyarakat. Turbin-turbin itulah yang menggerakan ekonomi dan mempermudah kegiatan sehari-hari.

Pengalaman membuat beberapa jenis turbin dengan rentang kapasitas 50 watt sampai 200.000 Watt untuk beberapa lembaga dan masyarakat di Indonesia, memunculkan ide untuk membuat turbin yang murah, handal dan serbaguna. Mark Hayton, Gerhard Fischer dan team dari Jerman, Swiss dan Inggris telah memberikan dukungan teknis dan moral untuk terus melakukan perbaikan turbin Hanjuang. Berbagai ukuran dan tipe turbin yang saat ini telah mantap diproduksi.

Kincir Sebagai Sumber Inspirasi

Pembangkit listrik kincir "Gogorancah" banyak muncul ketika musim hujan, dan banyak dibuat oleh masyarakat desa dengan rancangan sederhana memiliki efisiensi rendah serta sering padam karena gangguan teknis. Inilah sumber inspirasi untuk membuat yang lebih praktis dan handal.